Deli Serdang, (Warta Viral) – Katanya, negara Indonesia ini adalah negara hukum. Kenyataannya dilapangan hukum sudah mati di Polres Deli Serdang.

Terbukti, sebuah video viral menunjukkan ada kedai tuak di Deli Serdang, Sumut, yang dipaksa tutup oleh sekelompok orang dari FPI yang berbuat sewenang-wenang ibarat penegak hukum tanpa mengantongi izin. Sedangkan penegak hukum seperti Polisi, sudah tidak bekerja alias tidur.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi mengaku yang menegakkan hukum atas penutupan kedai tuak di Deli Serdang adalah ormas, bukan aparat negara atau aparat hukum.

Proses hukum FPI dengan korban usaha masyarakat ditutup hanya diselesaikan dengan meterai Rp 6000, untuk proses minta maaf. “Ketua FPI Batang Kuis juga sudah membuat permohonan maaf secara tertulis dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi, Rabu (29/4/2020).

Ketua LSM LP Tipikor, Jonathan Pasaribu mengaku sangat kecewa dengan tidak adanya hukuman yang diberikan Polisi kepada FPI, padahal FPI sudah tidak mengantongi izin dari pemerintah. “Enak jadi FPI di Deli Serdang, sudah menganggu usaha orang lain tetapi tidak diproses hukum oleh penegak hukum. Hukum sudah mati di Deli Serdang,” ujar Jonathan, Kamis (30/04/2020).

Hingga berita ini dimuat, Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi belum berhasil dikonfirmasi Warta Viral (Rekson)