Suasana di rumah orang tua liska H Batubara ,pihak keluarga dan kerabat menyalakan api unggun sambil menanti kedatangan kedatangan jenazah liska
Suasana di rumah orang tua liska H Batubara ,pihak keluarga dan kerabat menyalakan api unggun sambil menanti kedatangan kedatangan jenazah liska

Dairi, (Warta Viral) – Kepala Desa Kalang, Singkat Nababan mengaku sangat kesal terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Sidikalang bahkan kekesalannya itu sempat diluapkannya dengan mengamuk memarah-marahi petugas medis yang sedang bertugas pada saat itu.

Kemarahannya bermula saat dirinya dan keluarga membawa keponakannya bernama Liska (32) berobat ke Rumah Sakit Umum Sidikalang tersebut.
Setelah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pihak rumah sakit memutuskan keponakannya di rujuk ke medan.

Dijelaskannya, sebelum di bawa ke RSUD Sidikalang Liska terlebih dahulu di rawat di klinik Katholik Sidikalang ,habis dari klinik katholik kemudian Liska di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang sesampai di rumah sakit Liska di rontgen dan di rapit test .
Tak berselang lama pihak keluarga memperoleh informasi dari pihak rumah sakit bahwa pasien harus dirujuk keluar daerah, awalnya kata singkat, Liska di rujuk ke Rumah Sakit Efarina Kabanjahe, .kemudian entah kendala apa pasien hendak di rujuk ke rumah sakit di daerah Titikuning Medan.

Namun hingga sore ternyata Liska tak kunjung di rujuk karena ketiadaan perawat pendamping sehingga membuat dirinya naik pitam .

“Padahal mobil ambulance sudah siap-siap tetapi perawat pendamping tak kunjung datang, setelah saya marah-marah barulah mereka sibuk,” terangnya.

Di katakannya lagi, setelah dirinya marah-marah ,sekitar pukul 16:30 wib akhirnya Liska di bawa berobat ke Medan .”Kalau sampai terjadi sesuatu terhadap ponakan saya maka pihak rumah sakit akan saya tuntut,” katanya.

Namun takdir berkata lain, untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak nyawa Liska keponakan kesayangannya tak dapat di tolong.
Di jelaskan singkat, setelah pasien di bawa ke Medan sekitar pukul 22:15 wib ke rumah sakit Siloam Medan, sepuluh menit kemudian dirinya memperoleh informasi dari anggota keluarganya bahwa Liska telah menghembuskan nafas terakhir.

Atas kejadian ini singkat tampak sangat kecewa dan marah sekali terhadap managemant pihak RSUD Sidikalang yang tidak tanggap dalam menangani pasien karena tidak mempersiapkan perawat pendamping terhadap pasien yang akan di rujuk ke rumah sakit luar daerah.

“Kalau masalah nyawa itu ada di tangan Tuhan dan Tuhan yang mengetahui ,tetapi setidaknya. Andaikan pihak rumah sakit tanggap dan sigap membawa ke rumah sakit yang si rujuk mungkin ponakan saya masih dapat tertolong” jelasnya dengan wajah sedih.

Pantauan Warta Viral Rabu malam di rumah orang tua Liska, H Batubara tampak para keluarga dan handai taulan datang silih berganti memberikan penghiburan kepada kedua orang tua liska yang tak henti-hentinya menangisi kepergian putri tercintanya.

informasi selanjutnya liska akan di makamkan di pemakaman keluarga ke esokan harinya. (kristoni)