Dairi, (Warta Viral) – Menindak lanjuti himbauan Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu dalam memutus mata rantai perkembangan virus Corona di Kabupaten Dairi eksistensi posko relawan tanggap darurat penanggulangan /antisipasi covid 19 desa kalang semakin meningkat terlebih lagi setelah di dampingi oleh tim medis.

Terhitung mulai hari ini anggota relawan yang bertugas akan di dampingi oleh medis yang di perbantukan dari Pustu desa kalang yang mana Setiap harinya posko relawan desa kalang di jaga oleh 1 hingga 2 orang petugas medis.

Kehadiran petugas medis di posko membuat rasa percaya diri petugas piket bertambah dan semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya.selama ini relawan mengaku ketakutan ,takut ketularan saat melakukan pendataan ke rumah warga yang datang dari luar kota maupun luar negeri.

Terlebih lagi jika ada warga yang datang dari daerah (zona merah) kekhawatiran mereka sangat beralasan karena tidak memiliki pengalaman di bidang medis. ” Rasa percaya diri kita semakin bertambah , selama ini jika ada warga yang melapor ataupun melakukan pendataan terhadap orang dari luar kota ataupun dari luar negri kita merasa ketakutan karena sama sekali tidak memiliki pengetahuan medis, apalagi jika ada warga yang datang dari zona merah.

Dulu kalau ada yang datang melaporkan diri ke posko selalu kita suruh ke Pustu tapi sekarang setelah di dampingi oleh tim medis rasa percaya diri kita bertambah” ujar Robbi salah seorang anggota relawan sekaligus perangkat desa kalang.
Di sisi lain, seyogyanya kehadiran medis ini sangat perlu juga agar di perhatikan dengan melengkapi perlengkapan medis. Saat ini medis adalah tentara terdepan dalam memerangi perkembangan virus corona mengingat mereka juga memiliki keluarga sama dengan warga negara i donesia lainnya. Santi Rahayu Sianturi petugas medis dari Pustu desa kalang kepada wartaviral Kamis (23/04/2020) mengaku, selama ini tim medis desa kalang hanya menggunakan alat seadanya dalam menghalau perkembangan covid 19.yang lebih miris lagi mereka hanya di bekali dengan mantel hujan seharga Rp 10.000 sebagai pengganti APD (alat pelengkap diri).

Sementara itu selain kelengkapan APD kiranya pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan petugas medis.karena tak jarang juga terpaksa pulang pagi atau berangkat malam meninggalkan keluarganya.” Kami mohon kepada pemerintah agar APD di lengkapi dan selain itu juga kesejahteraan kami tolonglah di perhatikan ” ujarnya.lalu tambahnya lagi. Yang sangat menyedihkan sekali, kita pernah hanya di beri jas hujan seharga sepuluh ribu sebagai APD, tak terbayang rasanya andaikan ada warga yang terduga positif .
“Gak Taulah mesti berbuat apa, kita memang orang medis tapi kalau tidak di lengkapi dengan alat medis, kita juga manusia yang punya rasa takut, selain itu juga kita memiliki keluarga” jelasnya.

Menurutnya terhitung dari 15 Maret 2020 lalu saat ini sesuai data yang berhasil di himpun desa kalang memiliki 76 orang ODP, 56 di antaranya telah melewati masa karantina mandiri ataupun melewati masa inkubasi dua di antaranya berasal dari Amerika dan Belanda. (Kristoni)