Bandung (Warta Viral) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung, Jawa Barat diminta serius mengusut pejabat Dinas Perhubungan Kota Bandung yang diduga korupsi retribusi parkir.

Pasalnya, para aparat sipil Negara (ASN), yang ditugaskan di unit pelaksana pengelola perparkiran Dinas Perhubungan ( DISHUB) Kota Bandung diduga melakukan korupsi dengan modus mempermainkan uang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir, sehingga setoran kenegara semakin tidak jelas.

Para ASN di UPT pengelola perparkiran diduga seenaknya menggarong uang retribusi parkir tanpa pernah mendapat pengawasan dan tidak pernah dikenakan sangsi sehingga menjadi merajalela.

Iin sugandi, seorang ASN di UPT pengelola perparkiran yg ditemui Warta Viral mengaku bahwa dirinya sudah 12 hari tidak menyetor uang retribusi parkir sejak hari Raya Lebaran kemarin, dengan alasan tidak ada setoran dari juru parkir dilapangan. Padahal, juru parkir setiap hari memengut uang.

“Saya sudah 12 hari tidak setor bang, yang lain juga sama, gak ada yang setor,” kata Iin sugandi SE kepada Warta Viral, Selasa (20/04/2020).

Iin Sugandi SE adalah seorang kordinator yang bertugas mengumpulkan uang retribusi parkir dari fari juru parkir disepanjang jalan Moch Toha, RSU Sartika Asih, ITC, Kebon Kelapa dan diareal lapangan Tegal Lega, Kota Bandung.

Padahal, juru tukang parkir atau jasa parkir tidak ada istilah libur mereka selalu mengutip uang. Kemana uang itu ?.

Menurut pengakuan Juru Parkir, setoran Rp 70 ribu/ hari, kalau saya cape diganti dengan anak saya imbuh salah seorang tukang parkir di ITC kebon kelapa kepada yang tidak disebut namanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, ternyata uang retribusi parkir dipergunakan untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk biaya bensin pulang ke rumah dan ke kantor.

Tercatat pengelola parkir sudah mencapai sebanyak 1774 orang yang tersebar. Parkir di areal Lewi panjang dan parkir di Basemen Alun – alun berjalan terus selama 24 jam dan tidak mengenal istilah libur.

Kepala UPT, pengelola parkir, Nasrul Hamdani SE tidak berhasil dikonfirmasi karena tidak ada dikantornya. “Bapak lagi rapat, ujar salah seorang Satpamnya. (Delimar Sitorus)