Dairi, (Warta Viral) – Tak menghiraukan himbauan Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu perihal bahaya COVID-19 supaya tidak berjualan sementara, sejumlah pedagang pasar Sidikalang berjualan, Rabu 15 April 2020. Mereka tetap berjualan walau sudah ada Perda larangan no 1 tahun 2016 tentang ketertiban.

Perda Bupati Dairi

Pengaruh virus Corona atau yang lebih dikenal covid – 19 ternyata mampu mengubah perilaku kepatuhan terhadap sebuah peraturan .jauh sebelum virus menakutkan ini datang melanda.

Para pedagang yang berada di sekitar pasar induk Sidikalang biasanya selalu taat menjalankan peraturan ketertiban yang di keluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi terlebih lagi setelah kepemimpinan Bupati baru Edy Keleng Ate Berutu.

Seperti biasanya setiap hari pekan (pasar besar) tampak patroli dari Satpol – PP bekerjasama dengan Dishub Kabupaten Dairi selalu tampak di antara para pedagang melakukan penjagaan agar para pedagang tidak menjajakan dagangannya secara sembarangan di pinggir jalan.

Namun setelah kedatangan virus ini pedagang mulai membandel peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah sudah tak di hiraukan lagi, hal ini diduga karena mereka mengira bahwa perhatian pemerintah daerah tengah disibukkan dengan kehadiran virus Corona yang kian hari kian menghantui masyarakat kabupaten Dairi.

Sehingga pengawasan terhadap pedagang agak kendor ini terlihat di jalan sekolah yang berada di samping pasar induk sidikalang, dimana para pedagang sudah mulai berani menjajakan dagangannya hingga ke jalan tanpa menghiraukan lagi kelancaran arus lalu lintas.

Rabu 15 April 2020 pedagang yang ada di jalan sekolah menggelar dagangannya dengan sesuka hati sehingga mengganggu pengguna jalan serta menimbulkan kemacetan arus lalu lintas mereka tidak lagi menghiraukan spanduk milik pemerintah kabupaten Dairi (Lengkap dengan foto Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu yang berisi larangan agar tidak berjualan di sembarang tempat).

Novi, salah seorang pengguna jalan yang berhasil di mintai keterangannya oleh media ini menyebutkan biasanya setiap hari Rabu di sepanjang jalan sekolah arus lalu lintas selalu lancar dan jarang macet terlebih setelah pedagang ditertibkan agar tidak berjualan di atas jalan tetapi akhir-ini keberadaan mereka mulai sembraut.

“Saya juga heran akhir-akhir ini mereka tak teratur lagi, biasanya disepanjang jalan ini tidak di bolehkan berjualan, mungkin mereka mengira tidak akan di awasi lagi karena pemerintah daerah sedang sibuk mengurus Corona, ujar Novi. (Kristoni)