Dairi, (Warta Viral) – Penanggulangan atau pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Dairi dinilai kurang efektif. Pasalnya, penjagaan posko hanya dijaga oleh tim relawan masyarakat setempat atau tanpa di dampingi oleh tim medis dari pemerintah terkait.

Seperti diketahui saat ini hampir seluruh dunia tengah disibukkan dengan berkembangnya virus Corona yang telah banyak menelan korban jiwa, salah satunya adalah negara Indonesia.

Dalam rangka memerangi virus yang tengah mewabah hampir di seluruh dimuka bumi ini, pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah melakukan pencegahan dengan mendirikan posko relawan sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Namun disayangkan sekali para relawan yang melakukan tugas di posko tidak di dampingi oleh anggota medis sebagai garda terdepan dalam memerangi perkembangan virus Corona.

Hal ini di khawatirkan dapat memicu kurangnya rasa percaya diri para relawan dalam melaksanakan tugasnya karena tidak memiliki pengalaman medis.

Maka tak heran para relawan merasa was-was saat melakukan pendataan terhadap warga yang ODP ataupun OTG selain itu juga para relawan tidak mendapat pembekalan untuk melakukan pendataan warga yang datang dan keluar.

Pantauan media di Posko relawan tanggap darurat penanggulangan / antisipasi Corona virus (covid-19) Desa Kalang Kecamatan Sidikalang tampak terlihat sangat jelas sekali tidak ada satu orangpun tenaga medis mendampingi para relawan dalam melaksanakan tugasnya.

Anggota relawan berinisial HS menyebutkan posko relawan Desa Kalang mulai beroperasi sejak tanggal 3/04/2020 yang lalu. “Posko ini mulai beroperasi sejak tanggal tiga yang lalu, penjagaan di lakukan secara rutin setiap harinya sesuai dengan jadwal piket, setiap harinya di jaga oleh lima anggota relawan tanpa pernah di dampingi oleh tenaga medis ” ujarnya.

Para relawan di desa ini melakukan pendataan terhadap warga yang keluar-masuk daerah dan bahkan luar negri. Di desa ini sendiri ada dua skema yang dilakukan oleh relawan dalam melakukan pendataan yaitu pendataan dengan jemput bola atau melakukan pendataan secara langsung ke rumah warga dan pendataan lapor diri atau mendata warga yang datang melapor dengan kesadaran diri sendiri.

Data terbaru yang berhasil di himpun oleh media ini, Selasa (14/April 2020) terdapat 23 orang pendatang dari luar kota/luar negri. Satu orang berasal dari Belanda dengan riwayat perjalanan melayat orang tua yang meninggal. Satu orang dari Amerika karena diduga habis kontrak kerja, sedangkan yang keluar daerah terdapat 12 orang.

Untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dalam memutus perkembangan mata rantai virus Corona di minta kepada pemerintah daerah kabupaten Dairi agar melibatkan tim medis untuk mendampingi para relawan dengan kelengkapan APD agar para medis lebih percaya diri dalam menjalankan tugasnya sebagai prajurit terdepan dalam memerangi virus Corona. (Kristop)