Tapteng, (Warta Viral) – Jika di Pulau Jawa terdapat Pembela Tanah Air (PETA) maka di Sumatera terdapat Gyugun. Pada Februari 1944, Jepang membentuk Gyugun (prajurit sukarela) di Pulau Sumatera.

Bongsu terpilih dan oleh tentara Jepang dia dilatih menjadi tentara Gygun dan hingga mulai menyandang pangkat perwira sebagai Gyiusoi (Opsir).

Bongsu Pasaribu, dijuluki sebagai Mokutai atau Pasukan Harimau atau Kesatuan Harimau Mengganas Tapanuli dengan pangkat Kapten yang dididik khusus berperang di daerah pegunungan.

Mereka ini adalah pasukan penggempur yang dapat mematahkan serangan musuh dalam waktu yang singkat dan kemudian menghilang. Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta melalui Presiden Soekarno Hatta menyatakan kemerdekanya yang jatuh pada Tanggal 17 Agustus Tahun 1945.

Terbentuknya ketentaraan di Sumatera Timur mempertahankan Kemerdekaan itu tidak terlepas dari pertemuan sejumlah alumni Heiho dan Gyugun dalam menyusun stategi Sektor Pertahanan di Seluruh Sumatra.

Bongsu Pasaribu dengan pasukannya menjaga wilayah Barus dan Sorkam sekitarnya. Beliau beserta pasukan berangkatlah menuju daerah Sorkam.

Adapun diantara anggota-anggota kesatuan Harimau Mengganas adalah bernama, Majit Simanjuntak sebagai wakil, Humehe Rambe (Pengatur Pertahanan). Bernama Gontar Lubis sebagai ajudan dan Staff, Kanor Samosir, Hombar Tambunan, Padet, Jaimi, Tanjung, Mian Tambunan, Mauli Panggabean.

Bili Matondang, Ayat Tarihoran, Panemet Pasaribu, Masin Panggabean, Fliang, Kadi HT, Uruk, Mancur, Mancit, Krisman Marbun, Mahasan Aritonang, Usia Pane, Salmon Nainggolan dan Kartolo Pasaribu. Sementara untuk Seksi Perbekalan diantaranya bernama, Dior Nainggolan, Raja Johanis Pasaribu, Freodolin Purba dan Amit Simatupang yang ada di pasar Sorkam. (Rekson Pasaribu)