Kyai NU Desak TNI dan Polri Copot Baliho Rizieq

Kyai NU Desak TNI dan Polri Copot Baliho Rizieq

1482
0
BERBAGI

Jakarta, (Warta Viral) – Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang KH.Nuril Arifiin menilai apa yang dilakukan aparat TNI dan Polri melakukan pencopotan sejumlah spanduk dan baliho bergambar Rizieq Shihab merupakan upaya penyelamatan negara dari perpecahan dan intoleransi yang kerap disuarakan keturunan Arab itu atas nama umat Islam.

“Kita harus dukung seribu persen, yang dilakukan TNI dan Polri sudah tepat. Jangan melihatnya hanya semata-mata itu baliho, itu spanduk saja. Tapi harus dilihat lebih dalam apa yang sudah dilakukan Rizieq selama ini,”ungkap Nuril di Ponpesnya, Sabtu (21/11).

“Selama ini dia selalu berkoar-koar ajakan revolusi, memberontak, makar dan pembentukan opini pemerintah yang selalu salah. Ini sudah tidak bisa ditolerir. Jadi melihatnya jangan hanya sekedar baliho dan spanduk,” lanjutnya.

Nuril yang merupakan mantan Panglima Pasukan Berani Mati pendukung Gus Dur ini juga menilai Rizieq sudah saatnya harus berani bertanggung jawab terhadap ucapannya yang sering menghina aparat TNI dan Polri. Sehingga, bila merasa benar, Rizieq seharusnya saat ini tampil langsung melawan aparat TNI dan Polri yang mencopot spanduk dan balihonya.

“Kalau berani mbok ya sekarang muncul. Tampil dong di depan, hadapi langsung TNI dan Polri. Jangan hanya bisanya menghina saat kotbah atau orasi. Tunjukkan kebesaran jiwanya, katanya seorang pelindung pengayom umat, jangan pendukungnya yang dikorbankan”, tambah Nuril.

PERINTAH TNI COPOT BALIHO
Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman memerintahkan prajuritnya untuk mencopot baliho Habib Rizieq.

Mayjen Dudung tak gentar. Dia berpendapat militer tidak bisa diam saja melihat kondisi ini. Militer harus bergerak, tidak boleh berpangku tangan.

“Ya kalau sesuai fungsinya, menunggu ancaman dari luar, kapan kerjanya? Terus mau diam saja?” ujar Dudung, Sabtu (21/11).

Mayjen TNI Dudung menyatakan Satpol PP dan polisi sudah tak berani bertindak, maka militer turun tangan:

Dudung mengatakan memberi perintah kepada jajaran Kodam Jaya untuk mencopot baliho Habib Rizieq karena Satpol PP dan kepolisian tak berdaya. Dia menegaskan akan terus melakukan pencopotan baliho Habib Rizieq.

“Sementara Pol PP dan Polri sudah nggak berani bertindak, saya akan terus lakukan (pencopotan baliho Habib Rizieq),” tegas Dudung.

Bahkan, pihak TNI juga dibantu masyarakat saat menurunkan baliho Rizieq. FPI, kelompok pendukung Rizieq, turut membantu kegiatan ini.

“Saya akan terus lakukan dan sekarang gabung dengan Pol PP, Polri dan bahkan masyarakat FPI yang turut gabung mencopot baliho tersebut,” kata Dudung.

DASAR HUKUM TNI MENERTIBKAN BALIHO RIZIEQ

Pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati turut menanggapi aksi anggota TNI yang mencopot spanduk bergambar Rizieq Shihab.

Perempuan yang akrab disapa Nuning itu menilai, TNI bisa membantu tugas pemerintah daerah (pemda) atau kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan negara.

“Tugas TNI di bidang pertahanan sesuai tusi (tugas dan fungsi) bisa saja lakukan itu menurut Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, di luar operasi perang yang kita sebut OMSP (operasi militer selain perang),” ujar Nuning saat dihubungi, Sabtu (21/11/2020).

Terlebih lagi, Nuning menyampaikan, keberadaan spanduk itu melanggar peraturan daerah (perda) karena tidak memiliki izin pemasangan.

“Spanduk, baliho, dan reklame diatur dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame. Semua diatur agar tidak merusak estetika, etika, dan kepastian hukum di DKI,” katanya.

Karena itu, kata Nuning, langkah TNI menurunkan baliho bergambar Rizieq merupakan bentuk bantuan terhadap petugas yang berwenang, dalam hal ini Satpol PP, apalagi jika baliho yang dipasang bisa menimbulkan perpecahan masyarakat Indonesia. (Rekson/Rademan)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.