Rizieq Syihab Ternyata Dideportasi, Bagaimana 5 Kasus Hukumnya ?

Rizieq Syihab Ternyata Dideportasi, Bagaimana 5 Kasus Hukumnya ?

472
0
BERBAGI

Jakarta, (Warta Viral) – Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kantor Imigrasi Kerajaan Arab Saudi menyangkut kasus Rizieq Syihab.

“Rizieq Syihab masuk dalam daftar ‘tasjil murahhal’ atau daftar orang yang dideportasi sesuai dengan catatan dari Imigrasi Kerajaan Arab Saudi, Rizieq Syihab tercatat masuk pada 26 April 2017 menggunakan visa umrah, tiba di Bandara Madinah pukul 17.13 waktu setempat,” ujar Agus Maftuh kepada wartawan, Jumat (6/11/2020).

Menurut Agus Maftuh, pihaknya sudah memperoleh 5 lembar dokumen keimigrasian yang berisi sejumlah informasi, termasuk soal paspor dan visa Habib Rizieq.

“MRS (Mohammad Rizieq Syihab), sesuai nama yang tertera dalam paspor bernomor B326????, visanya tidak diperpanjang oleh Pemerintah Arab Saudi dan hanya diberikan izin tinggal paling lambat sampai dengan 11 November 2020,” kata Agus Maftuh,

Arab Saudi hanya memberikan waktu 9 hari sejak kedatangan Rizieq Syihab di Kantor Deportasi Syumaisi tanggal 2 November 2020 jam 11.00 siang dan mengurus administrasi kepulangan di lantai dua gedung yang berada di antara kota Makkah dan Jeddah tersebut, ujar Agus Maftuh.

Agus Maftuh menyebut visa kunjungan bisnis (ta’syirat ziyarah tijariyyah), yang faktanya bukan untuk bisnis tersebut, masa berlakunya tetap dianggap berakhir pada tanggal 20 Juli 2018 dengan masa berlaku 365 hari. Agus Maftuh kemudian menjelaskan hal-hal yang termuat dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi.

“Dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi, layar pertama sangat jelas sekali tidak ada perpanjangan visa, yang ada adalah perubahan batas akhir tinggal (intiha’ al-iqamah) sampai dengan 11 November 2020. Sedangkan batas tanggal berlakunya visa (tarikh intiha’ as-salahiyah) tetap tanggal 20 Juli 2018 (dalam dokumen tertulis, 25/09/1439 H).

Tampilan layar pertama ini berisi informasi tentang pendatang (ma’lumat za’ir),” kata Agus Maftuh. Agus Maftuh menjelaskan soal perubahan batas akhir tinggal Rizieq Syihab. Menurutnya, Rizieq Syihab tengah menjalani proses deportasi.

Rizieq Syihab hanya dikasih 9 hari untuk meninggalkan Kerajaan Arab Saudi,” kata Agus Maftuh.

Agus berharap Rizieq Syihab teliti dalam membaca kata per kata dokumen tersebut. Rizieq akan tiba di Indonesia pada 10 November mendatang.

DERETAN 5 KASUS HUKUM RIZIEQ MENANTI

Sebelum pergi ke Arab Saudi 2017 lalu, Rizieq diketahui tersandung sejumlah kasus hukum di Indonesia. Penyelesaian sejumlah perkara itu masih ada yang belum jelas. Berikut kasus-kasus hukum Rizieq:

1. Tahun 2016, Rizieq dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Student Peace Institute ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu, terkait ceramah Rizieq di Pondok Kelapa, Jakarta. Dalam ceramahnya itu, Rizieq mengatakan, “Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?”.

Hingga saat ini, belum diketahui kelanjutan proses hukum terkait laporan ini. Rizieq masih berstatus sebagai terlapor.

2. Tahun 2016, Ketua Umum PNI Marhaenisme, Sukmawati melaporkan Rizieq ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan Sukmawati ini terkait pernyataan Rizieq yang menyebut ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala’.

Kasus ini, kemudian ditangani oleh Polda Jawa Barat. Berdasarkan hasil gelar perkara, polisi lantas menetapkan Rizieq sebagai tersangka pada November 2017.

Namun, pada Februari atau Maret 2018, Polda Jawa Barat resmi menghentikan kasus tersebut dan menerbitkan SP3. Alasannya, karena tindakan yang dilakukan oleh Rizieq bukan merupakan tindak pidana.

3. Tahun 2017, Rizieq kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kali ini, dia dilaporkan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Solidaritas Merah Putih.

Imam besar FPI itu dilaporkan atas dugaan penyebaran ujaran kebencian yang menyinggung suku, agama ras, antarkelompok (SARA) melalui media sosial.

Hal itu berkaitan dengan ceramah Rizieq yang menyinggung soal mata uang berlogo ‘palu-arit’. Tak hanya itu, Rizieq juga disebut telah memfitnah Presiden Joko Widodo sebagai seorang komunis.

Sejauh ini, kepolisian tak menjelaskan kelanjutan proses hukum terkait laporan terhadap Rizieq.

4. Tahun 2017, Rizieq tersangka kasus konten pornografi. Yakni terkait percakapan mesum antara Rizieq dengan aktivis Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.

Kasus ini berawal dari konten blog ‘baladacintarizieq’ yang diunggah pada 28 Januari 2017. Dalam blog itu, diunggah screenshot atau tangkapan layar percakapan bermuatan pornografi diduga antara Rizieq dengan Firza.

Rizieq dan Firza pun telah ditetapkan sebagai tersangka pada Mei 2017. Namun, di tahun 2018, kepolisian menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) telah dikeluarkan terkait kasus ini.

Saat itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan SP3 itu diterbitkan karena ada permintaan dari pengacara. Setelah penyidik melakukan gelar perkara, akhirnya SP3 pun diterbitkan.

5. Rizieq juga tercatat dilaporkan ke Polda Bali. Dia dilaporkan oleh Advokat Merah Putih bersama Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Yayasan Sandhi Murti.

Laporan itu dibuat karena Rizieq dianggap membuat pernyataan yang mengancam keselamatan umat Hindu di Indonesia melalui sebuah acara.

Pernyataan Rizieq itu direkam dalam sebuah video dan diunggah ke Youtube dengan judul ‘Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS’. Ungkapan Rizieq itu, disampaikan pada menit ke-13 hingga ke-15.

Dalam video itu, Rizieq menyatakan akan mengumpulkan orang-orang Bali di luar Pulau Dewata untuk dikembalikan ke Bali. Dia juga menyatakan akan menghancurkan kuil-kuil umat Hindu di Bali.

Selain itu, Rizieq menyatakan akan mendatangkan umat Islam dari luar ke Bali untuk menghancurkan kuil-kuil di Bali. (Wilson)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.